Jumat, 11 Desember 2020

Guru Maya

 

“Guru Maya”

 TITIK SUPRIATI, S. Pd

 

            Tahun 2020 adalah tahun yang berat. Berawal dari informasi di segala penjuru bumi bahwa telah tersebar wabah virus yang sangat berbahaya bagi manusia yaitu wabah virus corona yang saat ini tenar dengan sebutan covid-19, secara serentak semua aktifitas masyarakat dihentikan sementara baik dalam lingkup perkantoran, masyarakat umum maupun lingkup pendidikan.

            Kebingungan melanda semua lapisan masyarakat begitu juga denganku. Aku adalah salah seorang guru di sebuah Sekolah Dasar di Kota Surabaya dan kebetulan di tahun ini aku mengajar kelas V. Dengan situasi yang mengkhawatirkan akan terpapar virus jika sekolah tetap dilaksanakan dengan tatap muka di sekolah maka seluruh sekolah di rubah system pembelajarannya melalui system belajar dan mengajar dari rumah. Saat itu pada pertengahan bulam Maret 2020 masih berlangsung pembelajaran siswa pada semester dua di akhir tahun ajaran.

“ Horreeee…. Sekolah liburrr….” Teriak beberapa muridku dikelas sesaat setelah aku mengumumkan bahwa mulai besok mereka akan belajar di rumah.

“ Anak-anak yang hebat…..belajar di rumah bukan berarti libur dan boleh rekreasi, tetapi kita mengikuti aturan pemerintah untuk mematuhi protocol kesehatan dan memutus mata rantai penularan virus covid-19.” Aku berusaha memberikan penjelasan kepada mereka.

            Keesokan harinya dengan terpaksa semua pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah dengan tatap muka secara langsung serentak dihentikan dan digantikan dengan system pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) untuk memutus mata rantai penularan virus covid-19 pada cluster sekolah dikarenakan sudah ada beberapa tenaga pendidik dan juga siswa yang terpapar virus. Dengan situasi yang seperti itu, aku berusaha menjalin kerjasama dengan pihak orang tua siswa agar ikut mendampingi putra putrinya dalam melaksanakan proses pembelajaran dari rumah. Sejak diberlakukannya system pembelajaran daring atau kegiatan belajar dari rumah dan mengajar dari rumah aku berusaha keras untuk berfikir bagaimana caranya agar materi pelajaran tetap bias kuberikan pada siswa meskipun tidak melalui tatap muka secara langsung.

            Dampak yang luar biasa dari pandemic yang terjadi adalah beberapa orang tua siswa dari kelasku mengalami PHK atau pengurangan karyawan dari tempat kerjanya, hal ini sempat membuat semangat belajar anak-anak menjadi lemah.

“ Bu guru, saya tidak bisa membeli buku untuk belajar karena ayah saya di PHK.” Keluh salah satu muridku memalui chat di whatsapp grup.

“ Iya nak, tidak apa-apa.” Jawabku singkat

Ya Tuhan….kasihan sekali muriku ini. Tetapi apa yang mau dikata karena semua lapisan masyarakat merasakan dampak yang luar biasa dalam ekonomi akibat pandemic ini. Sebagian dari muridku banyak yang berkeluh kesah, akhirnya aku berusaha  untuk mengemas materi sebaik mungkin dan penyampaiannya tidak memberatkan siswa juga orang tuanya yaitu dengan menggunakan office 365 yang ku kemas dengan menarik dan selalu ku sisipi dengan gambar-gambar yang lucu serta video pembelajaran yang mendukung materi yang akan aku sampaikan pada siswa. Semua materi dalam kemasan office 365 tersebut kuberikan pada muridku melalui grup whatsapp dan seringkali juga aku mengadakan tatap muka secara virtual dengan mereka menggunakan forum messenger dari whatsapp.

“ Assalamualaikum anak-anak semuanya, bagaimana kabar kalian hari ini?” aku mengawali perjumpaanku dengan muridku dalam kelas mayaku.

“ Waalaikusalam bu guru…..” Jawab mereka serentak.

“ Saya sehat bu…..” Sahut yang lain.

Sungguh luar biasa semangat anak-anak saat aku mengajak mereka untuk melakukan tatap muka secara virtual, satu persatu dari mereka menceritakan bagaimana keadaannya selama belajar di rumah. Hari demi hari aku berjumpa dengan siswa di dunia maya, saling menyapa di lewat maya, mengajar untuk menyampaikan materi pada siswa lewat dunia maya. Sampai ada salah seroang siswa yang memanggilku dengan Bu Guru Maya karena secara 24 jam aku selalu menjawab pertanyaan dari siswaku yang merasa kesulitan dalam belajarnya melalui grup whatsapp. Karena keterbatasan kami tidak bisa bertatap muka seperti keadaan normal dahulu maka aku berusaha semampuku untuk selalu merespon apapun dari murid-muridku dalam komunitas grup whatsapp yang di dalam grup tersebut ada siswa dan ada juga orang tua siswa yang ikut gabung memantau anak-anaknya dalam pembelajaran maya ku. Mereka sangat bahagia dengan materi yang kusampaikan karena selalu ada video dan gambar-gambar yang menyenangkan di sela-sela materi. Anak-anak juga bercerita selain belajar dari rumah, mereka juga bisa belajar membantu orang tuanya. Pertemuanku dengan murid-murid melalui tatap muka di kelas maya ini membawa dampak positif bagi  mereka dan juga bagi diriku sendiri khususnya. Dengan mengikuti perubahan zaman dan tuntutan perubahan pola pembelajaran yang memanfaatkan media social serta media elektronik maka mau tidak mau aku harus banyak belajar lebih kreatif memanfaatkan semua media tersebut sebagai sarana dan prasarana pembelajaran. Murid-muridku pun merasa sangat senang dan termotivasi untuk lebih giat belajar menggunakan media social dan media elektronik apalagi zaman mereka dilahirkan di zaman modern yang sudah sebagian besar banyak yang sudah mengenal gawai. Berjumpa dalam maya seperti yang telah kulakukan dengan muridku membuat rasa rindu mereka bisa terobati untuk bisa saling menyapa dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu muka dan sudah lama pula tidak bisa bermain bersama.

            Aku berusaha menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa sesuai dengan materi pelajaran di kelas tetapi dengan tetap memahami dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa dan keadaan keluarganya agar mereka tidak merasa keberatan karena sebagian besar anak-anak menggunakan handphone orangtuanya untuk mengikuti pelajaran yang kuberikan tetapi mereka hanya dapat mengikuti pelajaran di malam hari menunggu sampai orang tuanya pulang dari tempat kerja.

“ Bu…..maaf saya baru membaca materi dari bu guru karena menunggu handphone yang dibawa ayah saya bekerja.” Chat dari muridku.

“ Iya bu guru, saya juga baru belajar malam.” Sahut murid yang lain dalam obrolan whatsapp grup.

“ Maaf bu guru, saya baru mengerjakan tugas yang kemarin lusa karena paketan internetnya habis.” Keluh kesah dari murid yang lainnya.

“ Iya sayang, tidak apa-apa asalkan kalian tetap berada di rumah dan tetap semangat belajar ya…” jawabku untuk menyemangati mereka.

“ Alhamdulillah bu, saya di rumah saja.” Ucap salah satu muridku.

“ Iya bu, terimakasih.” Jawab yang lainnya.

“Terimakasih Bu Guru…….. meski di rumah kami bisa tetap belajar dan bertemu teman juga bu guru lewat maya, terimakasih Bu Guru Maya…….kami sayang bu guru….” Ucap Citra, murid yang selalu aktif dalam pembelajaran maya.

Besar harapan dan doa agar pandemic ini segera berakhir sehingga aktifitas pembelajaran kembali berjalan dengan normal di sekolah.

            Seperti hal nya mereka muridku yang belajar dari rumah, akupun juga melakukan aktifitas mengajar dari rumah.

Dengan mengajar dari rumah aku pun tetap melakukan peranku untuk mendampingi anak-anakku juga belajar dari rumah. Sungguh luar biasa di tahun ini, semoga bumiku segera sehat kembali.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guru Maya